Rabu, 09 September 2015
Motivasi Masa Penantian Jodoh
“Tetaplah bersabar dan renungkanlah kejadian yang menimpamu.
Setiap kejadian yang menimpa diri kita tentulah ada hikmah mendalam.
Luruskan niat, berkacalah pada cermin dan perbaiki diri dan akhlakmu.
Berkhusnudzonlah pada Allah. Mungkin Allah masih memberimu kesempatan
untuk memperbaiki segala kekuranganmu, agar pada waktu yang tepat kelak
kau mampu mengemban tugas sebagai istri sekaligus ibu yang baik.
Ingatlah bahwa Allah Maha Teliti, apa yang menjadi hakmu
termasuk jodohm,u tidak mungkin tertukar dengan hamba-Nya yang lain.
Percayalah bahwa sekian lelaki yang batal menikahimu mungkin bukanlah
jodohmu. Yakinlah bahwa pada saat yang tepat kelak Allah telah
mempersiapkan pemuda sholih yang terbaik untukmu.
Dalam surat Adzariyat: 49 dinyatakan bahwa Allah menjadikan
segala sesuatunya berpasang – pasangan. Hendaknya ayat ini menjadikan
dirimu semakin mantap akan jodoh yang Allah takdirkan untukmu. Tetaplah
memohon pada Allah akan karunia suami sholih yang dapat membimbingmu
pada jalan yang diridhoi- Nya.
Lakukanlah hal-hal bermanfaat yang menyibukan dirimu pada
kebajikan. Urusan jodoh tawakal kan segala sesuatunya pada Allah. Apa
yang menurutmu baik belum tentu dihadpan Allah dan apa yang menurutmu
buruk belum tentu buruk dalam pandangan Allah.
Janganlah kau putus asa akan karunia – Nya karena Allah berfirman:
“…… dan janganlah kau putus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya
yang berputus asa dari rahmat Allah hanyalah orang-orang yang kafir.”
(QS Yusuf : 87)
Apa yang kau alami hendaknya tidak mengurungkan niatmu untuk
menikah. Sempurnakan ikhtiar dan doamu. Selainnya serahkan pad Allah
SWT. Nikmatlah waktumu bersama orang tuamu yang masih membutuhkan
perhatianmu. Allah masih memberimu kesempatan untuk berbakti pada
keduanya sebelum kau menikah."
Jangan pernah
berpikir bahwa Allah berbuat tidak adil padamu karena jodoh yang kau
nanti tak kunjung datang. Tak kau dasarikah bahwa Allah telah memberimu
banyak sekali kenikmatan yang tak terhitung jumlahnya. Sedangkan
kejadian ini merupakan ujian bagi hamba-Nya yang beriman. Segala detail
kejadian yang menimpamu telah direncanakan sedemikian rupa oleh Allah
untukmu.
SUMBER: setamanhati.blogspot.com
Surat Ar-Rum 21: ayat yang banyak dinukil pada kartu undangan walimah. Mari kita renungkan lagi “Dan
di antara tanda-tanda kekuasanNya ialah Dia menciptakan
pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri agar kamu cenderung dan
merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antara kamu rasa kasih
dan sayang. Sungguh pada yang demikian itu benar-benar terdapat
tanda-tanda (kebesaran Allah bagi kaum yang berpikir)”
Menunggulah dalam kesibukan memperbaiki diri. Menunggulah dalam
kesibukan beramal shalih, persubur silaturahim dan mendoakan saudara
seiman.
Menikah bukan akhir, bukan awal, ia setengah perjuangan. Pernikahan
berarti peran baru, tanggungjawab baru, tantangan baru: bagian dari
daftar yang akan dihisab dan dimintai pertanggungjawaban dari kita di
yaumil akhir.
Tentang berjodoh itu, adalah tentang waktu, tentang tempat, tentang masa. Dan yang kita sebutkan tadi semua ada dalam genggaman Allah. Bukankah dalam surat al-ashr Allah bersumpah dengan waktu. “Demi masa, sungguh manusia berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran”. Ya, agar tak bosan, resah dan merugi saat menanti saat walimah tiba, sibuklah memperbaiki iman, amal dan tetap setia dalam kebenaran dan kesabaran.
Tentang berjodoh itu, adalah tentang waktu, tentang tempat, tentang masa. Dan yang kita sebutkan tadi semua ada dalam genggaman Allah. Bukankah dalam surat al-ashr Allah bersumpah dengan waktu. “Demi masa, sungguh manusia berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran”. Ya, agar tak bosan, resah dan merugi saat menanti saat walimah tiba, sibuklah memperbaiki iman, amal dan tetap setia dalam kebenaran dan kesabaran.
SUMBER: www.dakwatuna.com
Salatiga, 9 September 2015
Dimanakah Jodohku?
Kata-kata itu yang selalu terngiang dalam benakku,
pikiranku, di sela-sela aktivitasku.Di usiaku yang saat ini 26 tahun, aku belum
menemukan sosok siapa yang bakal menjadi pendamping hidupku nanti. Padahal,
dulu aku berharap, saat usiaku 25 tahun, aku sudah menikah. Tapi aku yakin,
Allah mempunyai rencana yang lebih indah dari apa yang aku harapkan dan
inginkan. Aamiin…
Saat ini, aku memang lebih sering bergaul di dunia maya ketimbang
dunia nyata. Dan aku pun memanfaatkan dunia maya untuk berikhtiar menemukan
jodohku. Aku juga memanfaatkan dunia maya untuk belajar, belajar, dan terus
belajar. Sebagai ibadah, juga untuk bekal menikah nanti. Aku juga mencari
pengalaman, motivasi, orang-orang di luar sana yang juga risau dan gelisah
tentang jodoh yang belum hadir.
Semoga, masa penantianku ini berbuah berkah, dengan terisi
hal-hal yang bermanfaat dan semoga aku segera menikah. Semoga aku menikah di
awal tahun 2016. Aamiin
Salatiga, 9 September
2015
Langganan:
Komentar (Atom)





